bispariwisata.blogspot.com Merupakan Solusi Praktis Sewa Bus Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Apa Itu EURO




Bagi Bus Mania, pasti udah tau apa itu EURO. Apalagi yang sering naik Bus pasti sering melihat bus yang bertuliskan EURO. Bagi sebagian pemilik bus, banyak yang menempelkan bus mereka dengan besar besar yaitu tulisan EURO 1 sampai EURO 5, dan sebentarlagi ada EURO 6. Tetapi masih ada juga masyarakat yang masih belum tau, karena saya sering terima permintaan untuk sewa bus. Tetapi konsumen mintak bus yang EURO, saya bingung kemudian saya balik nanyak maksudnya pak? Pokoknya saya pesen bus yang Euro. Sebagian orang mengira kalau Bus yang bertuliskan EURO itu bus yang mempunyai mesin yang bagus dan fasilitas didalam yang istimewa. Apa sih euro dan bagaimana ? mari kita bahas sama-sama.
Sebetulnya Euro merupakan standar emisi gas buang di eropa dan standar yang di Eropa digunakan sebagai standar Internasional.

Emisi gas buang merupakan sisa hasil dari pembakaran mesin setiap kendaraan. Emisi gas buang sangatlah beracun karena dapat menggangu kesehatan seperti Batuk, Iritasi pada Mata, Hipertensi serta bisa mengganggu perkembangan mental pada anak. Disamping itu juga yang menyebabkan Pemanasan Global atau yang sering disebut “Global Warming” sehingga salah satu cara untuk menekan turunnya emisi gas buang yaitu dengan cara Pengetatan standar emisi gas buang.
Untuk mengatasi hal tersebut banyak sekali Industri yang bergerak di bidang Otomotif terus melakukan inovasi dengan memproduksi kendaraan dengan gas buang yang ramah lingkungan. Baik itu mulai dari kendaraan roda 2, mobil, truk serta Bus. 

Secara kasat mata atau secara visual untuk membuktikan kendaraan yang mencemari udara atau lingkungan, misalnya kita sering melihat asap dari kendaraan yang ngepul dan warna hitam.
Di Amerika standar untuk emisi gas buang disebut : EPA (Environmental Protecton Agency). Sedangkan di Eropa disebut ESC (European steady cycle) yang sering kita kenal dengan sebutan Euro. Dan yang sering di pakek oleh perusahaan Otomotif adalah Standar Euro. Euro sendiri mempunyai tingkatan mulai dari Euro 1, Euro 2 dan seterusnya.

Pemberlakuan Euro di mulai sejak Tahun 1992. Di mana ada beberapa syarat dan ketentuan pada kendaraan.

Pada penulisan Euro I,II,III,IV,V (Angka Romawi). Digunakan untuk kendaraan berat menggunakan mesin diesel. Sedangkan penulisan Euro 1,2,3,4,5 (Angka Numerik) di gunakan untuk kendaraan ringan. Kriteria kendaraan berat, yang mempunyai berat lebih dari 3.500 Kg. 

-            Tahun 1992 Awal munculnya Euro I
-            Tahun 1996, Euro II yang difokuskan untuk Truk dan Bus
-            Tahun 2000, Euro III
-            Tahun 2005, Euro IV
-       Tahun 2008, Euro V (Pembatasan emisi gas buang yang lebih rendah untuk kendaraan, juga disebut dengan Emisi ramah lingkungan.

Berikut table Standar Emisi Gas untuk Truk dan Bus.

Referensi
Tahun
CO
HC
NOx
PM
Euro 0
1988 – 1992
12.3
15.8
2.6
-
Euro I
1992 – 1995
4.9
9
1.23
0.4
Euro II
1995 – 1999
4.0
7.0
1.1
0.15
Euro III
1999 – 2005
2.1
5
0.66
0.1
Euro IV
2005 – 2008
1.5
3.5
0.46
0.02
Euro V
2008 – 2012
1.5
2.0
0.46
0.02
 
CO : Carbon Monoksida
HC : Hidrokarbon
NOx : Nitrogen Oksida
PM : Particle Matter

Pada emisi gas buang ada 2 hal yang perlu kita perhatikan :
-     Yang terlihat mata yaitu PM (Particle Matter) berupa jelaga, asap hitam, tar dan HC (Hidrokarbon) yang tidak terbakar
-    Yang tidak terlihat yaitu NOx (Nitrogen Oksida), CO (Carbon Monoksida) dan HC (Hidrokarbon). Memang tidak terlihat tetapi jika kadarnya tinggi dan mengenai mata, mata bisa perih dan keluar air mata.
Tapi kalau di Indonesia mana yang di gunakan ?, apakah sampai Euro V. jawabannya Tidak, kenapa? Karena masih belum memungkinkan. 

Berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tetang ambang batas emisi gas buang bermotor tipe baru yang berlaku sejak Tahun 2007. Dan masih menggunakan standar Euro II. Disamping itu juga di pengaruhi oleh kualitas bahan bakar minyak yang di pakai di Indonesia masih memenuhi standar Euro II.

Dan sekarang Indonesia mulai ke standar Euro III, jika penerapan ini berlaku maka bisa mengurangi polusi udara yang ada di Indonesia, apalagi di kota-kota besar di Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang peduli terhadap emisi gas buang yang di hasilkan oleh kendaraan bermotor, maka lingkungan juga ikut terjaga. Para produsen otomotif, banyak yang berlomba lomba untuk memproduksi mobil yang ramah lingkungan.

Jika kita punya kendaraan yang usianya sudah tua, apa tidak standar euro?. Belum tentu. karena jika kendaraan kita rawat dengan teratur, service secara berkala dan pergantian sparepart secara baik. Biarpun usia kendaraan udah tua, tetapi masih bagus dan tidak mencemari lingkungan.
Kita selalu berharap supaya masyarakat Indonesia juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan supaya bumi kita tetap terjaga. Semoga ada peningkatan standar emisi gas buang di Indonesia menjadi Euro 4 dan sampai ke Euro 5.

Dunia akan indah tanpa polusi